Sabung Ayam S128 merupakan adat mengadu ayam jantan. Sabung ayam telah jadi adat di setiap kota di Indonesia sebab memang adat ini telah diketahui semenjak jaman dahulu. Namun adat sabung ayam sekarang ini telah disalahgunakan untuk hal yang ilegal, hal tersebut pasti dilarang oleh pemerintah. Oleh karena itu bila polisi mencium terdapatnya  ayam maka selekasnya ditangkap beberapa aktor sabung ayam. Lalu sebetulnya bagaimana riwayat asal mula sabung ayam di Indonesia?.

Inilah Sejarah Asal Usul Tradisi Sabung Ayam di Indonesia

Riwayat sabung ayam di Indonesia pada intinya berlainan untuk setiap wilayah atau kota di Indonesia. Adat sabung ayam di Indonesia nyatanya telah beratus-ratus tahun. Sabung ayam ini harus lebih diamati di antara serta ritual agama. Sabung ayam aslinya adalah satu ritual dalam acara keagamaan, tetapi perubahannya sekarang ini adat ini justru jadikan bahan yang mempertaruhkan uang. Bagaimana riwayat sabung ayam di Indonesia?

Sejarah Asal Usul Tradisi Sabung Ayam S128

1. Jawa

Riwayat sabung ayam di Jawa datang dari narasi rakyat yakni Cindelaras. Raja Jenggala putuskan untuk mengadu ayam sakti Cindelaras dengan ayam kepunyaannya. Bila dalam pertempuran itu ayam Cindelaras kalah karena itu ia harus di hukum pancung tapi bila menang karena itu 1/2 kekayaan Raja Jenggala jadi punya Cindelaras. Dalam pertempuran ayam itu nyatanya ayam Cindelaras dapat menaklukkan ayam sang raja cuma dalam beberapa waktu saja. Pada akhirnya Raja Jenggala mengaku kedahsyatan ayam Cindelaras serta mengaku jika ia merupakan putranya yang lahir dari permaisurinya yang sudah di asingkan sebab rasa iri dari selir kerajaan.

Diluar itu, nyatanya ayam sabung bertindak penting dalam pembentukan politik di tanah jawa ini. Pasalnya jaman dulu kerajaan Singosari membuat sabung ayam serta dalam acara itu dilarang bawa senjata apa pun diantaranya yakni keris

Anusapati merencanakan untuk ikuti acara sabung ayam itu, tetapi ibu Anusapati yakni Ken Dedes menasehatinya supaya tidak melepas keris yang menempel di tubuhnya. Saat acara sabung ayam berjalan Anusapati melepas keris yang dibawa serta nyatanya saat sabung ayam berjalan berlangsung kericuhan yang besar sekali sampai menewaskan Anusapati yang di bunuh oleh Tohjaya yang disebut adik kandung Anusapati.

2. Bugis

Dalam warga Bugis nyatanya sabung ayam sudah diketahui lama serta sudah menempel sampai sekarang. Menurut Gilbert Hamonic jika warga bugis populer dengan mitologi ayamnya, ini bisa dibuktikan dengan pemberian gelar pada sultan Hasanudin yakni Haanties van het oosten yang bermakna ‘ayam jantan dari timur’.

Tokoh Sawerigading yang disebut tokoh penting dalam epic mitik suka pada sabung ayam, ini sudah dikisahkan dalam kitab La Galigo. Dalam kitab itu di ceraitakan jika orang jaman dulu disebutkan belum pemberani bila belum mempunyai rutinitas game, minum arak, serta beradu ayam atau taruhan sabung ayam. Hingga seorang harus menunjukkan ke-3 hal tersebut bila ingin disebutkan pemberani.

3. Bali

Di Bali, sabung ayam diberi nama ‘Tajen’ yang datang dari tabuh rah yang disebut satu diantara upacara tradisi warga Hindu. Upacara ini mempunyai tujuan untuk mengagungkan serta mengharmoniskan jalinan hubungan manusia dengan Buddha yang agung. Dalam upacara ini memakai beberapa hewan peliharaan untuk dikurbankan yakni kerbau, babi, itik, ayam, serta binatang ternak yang lain. Langkah pengorbanan hewan-hewan ini yakni dengan menyembelih sisi leher binatang sesudah dibacakan mantra oleh pemuka agama. Upacara tradisi yang memakai sabung ayam yakni lontar Yadnya Prakerti, sabung ayam dalam upacara tradisi ini mempunyai tujuan untuk membuat pertempuran suci serta nyatanya adat ini sudah dikerjakan semenjak purba. Ini berdasar pada prasasti Batur serta prasasti batuan pada tahun 944 saka.

Demikian artikel mengenai riwayat asal mula adat sabung ayam di Indonesia yang telah beratus-ratus tahun serta sampai sekarang ada banyak dikerjakan oleh warga walau sudah dilarang oleh pemerintah sebab saat ini sudah banyak jadikan jadi alat permainan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *